Over Kredit Rumah: Mekanisme dan Tips dalam Melakukannya

PELUANGINTERNET.COM – Over Kredit Rumah: Mekanisme dan Tips dalam Melakukannya Salah satu cara memiliki rumah dengan biaya murah adalah dengan mengambil alih KPR. Pernah mendengar istilah itu?
Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR)? Ya, itulah salah satu cara agar Anda bisa memiliki rumah tanpa harus menyiapkan banyak uang.
Harga rumah yang berkisar ratusan juta hingga miliaran, jika harus menabung dulu sampai rumah dibeli secara tunai, tentunya akan memakan waktu yang lama.
Katakanlah jika Anda saat ini bekerja dan memiliki penghasilan tetap Rp 5 juta/bulan. Dari penghasilan tersebut, Anda bisa menghemat 20%, yaitu Rp 1 juta.
Katakanlah Anda ingin membeli rumah sederhana untuk keluarga kecil dengan harga Rp. 200 juta. Maka Anda membutuhkan 200 bulan atau setara dengan 16 tahun 6 bulan.
Jika Anda berusia 24 tahun, Anda hanya dapat membeli uang tunai pada usia 40 tahun. Sayang, bukan? oleh karena itu cara tercepat adalah dengan menggunakan KPR.
Nah, dalam proses KPR, ada pihak yang tidak bisa melanjutkan cicilan. Penyebabnya kebanyakan karena masalah ekonomi. Apalagi di masa pandemi saat ini yang menyebabkan pendapatan menurun.
Akibatnya, mereka mengkredit rumah secara berlebihan, yaitu mengalihkan kepemilikan kredit yang dulunya milik orang A menjadi milik orang B.
Lalu bagaimana mekanisme over-kredit rumah ini terjadi? mari kita lihat sampai akhir.

Mekanisme KPR

Setidaknya ada dua mekanisme mengenai pengalihan KPR, yaitu melalui bank dan melalui notaris. Anda dapat memilih salah satu dari dua mekanisme.
Jika melalui bank, prosesnya akan lebih mudah jika pemilik rumah dan pembeli memiliki bank yang sama. Jika pemilik rumah dan pembeli berasal dari bank yang berbeda, disarankan untuk diproses melalui notaris, karena proses melalui notaris lebih cepat daripada bank.
Oke, pertama kita akan membahas mekanisme transfer kredit melalui bank.

Mekanisme Over Credit Melalui Bank Hal

pertama yang perlu Anda lakukan adalah datang ke bagian administrasi atau customer service untuk mengajukan kredit transfer.
Kedua pemohon yang nantinya akan bertindak sebagai debitur baru akan mengisi formulir sebagai administrasi transisi. Langkah selanjutnya, bank akan melakukan pengecekan persyaratan sebagai administrasi berupa:

  1. Data objek jual beli tanah (tanah/bangunan),
  2. Fotokopi Perjanjian Kredit dan surat konfirmasi perolehan kredit,

C Fotokopi sertifikat (berisi pernyataan/cap dari bank bahwa tanah dan bangunan dijaminkan kepada bank yang bersangkutan)

  1. Fotokopi IMB, SPPT PBB 5 tahun terakhir yang telah dilengkapi dengan bukti pembayaran (STTS) .
  2. Cetak bukti pembayaran cicilan terakhir sebelum over kredit dilakukan
  3. Buku tabungan asli yang digunakan untuk pembayaran cicilan
  4. Data Penjual & Pembeli
  5. FC KTP suami istri
  6. FC Kartu Keluarga
  7. FC Akta Nikah

K FC Keterangan Warga Negara Indonesia atau Perubahan Nama (bila ada, bagi warga negara Indonesia keturunan)peluanginternet.COM

Mekanisme Over Credit melalui Notaris

Apabila pembeli dan pemilik rumah sepakat untuk tidak melibatkan pihak bank dalam proses credit transfer, maka pilihan untuk menggunakan a notaris dalam proses ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
Cara pertama agar bisa melakukan over kredit adalah pembeli dan penjual/pemilik rumah datang ke notaris dengan membawa berkas perlengkapan rumah.
Selanjutnya Notaris akan membuat akta jual beli atas peralihan hak atas tanah bangunan beserta surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa pengambilan akta.
Kemudian penjual menandatangani surat pemberitahuan kepada bank mengenai peralihan hak atas tanah yang bersangkutan. 
Sejak dimulainya pengalihan ini, walaupun angsuran dan sertipikat masih atas nama penjual, tetapi karena hak telah berpindah tangan, maka penjual tidak lagi berhak untuk melunasi sendiri dan mengambil sertipikat yang asli sebagai jaminan di bank.

Tips Saat Melakukan Over Credit

Ada beberapa tips yang bisa Anda coba saat akan over kredit rumah.
Jika pembeli membeli rumah yang sudah jadi, dia perlu mengawasi detail konstruksi dan perlu lebih cermat membaca Perjanjian Jual Beli antara pengembang dan pemilik sebelumnya.
Anda wajib membaca isi PPJB yang memuat waktu penyerahan dan spesifikasi bangunan.
Anda juga perlu memastikan bahwa pemilik rumah lama tidak memiliki masalah seperti kredit macet. Akan lebih baik jika Anda menanyakan alasan dia melakukan credit switch.
Cek juga track record berdasarkan cicilan pemilik rumah untuk memastikan tidak ada masalah besar terkait denda yang harus ia bayarkan ke bank.

Akhir Kata

Itulah Artikel “Over Kredit Rumah: Mekanisme dan Tips dalam Melakukannya“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
(‘TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DAN JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..’)

Leave a Reply

Your email address will not be published.